Listrik merupakan tulang punggung kemajuan ekonomi modern. Negara-negara dengan kapasitas produksi listrik yang besar biasanya juga memiliki infrastruktur industri dan teknologi yang maju.
Tahun 2024 menunjukkan tren menarik dalam dunia energi global. Negara-negara dengan populasi besar dan pertumbuhan ekonomi tinggi terus meningkatkan kapasitas produksinya untuk memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor.
Selain itu, transisi menuju sumber energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan menjadi agenda penting di banyak negara. Hal ini tidak hanya mengubah lanskap produksi energi, tetapi juga menciptakan tantangan dan peluang baru.
Artikel ini menyajikan 10 negara dengan produksi listrik terbesar di dunia pada tahun 2024, dilengkapi dengan satu data spesial dari Indonesia.
Mari kita lihat siapa saja negara-negara tersebut, seberapa besar produksi listriknya, dan apa makna strategis dari angka-angka ini.
Negara Penghasil Listrik Terbesar 2024
- Peringkat 1 China - 8.849 TWh
- Peringkat 2 Amerika Serikat - 4.287 TWh
- Peringkat 3 India - 1.858 TWh
- Peringkat 4 Rusia - 1.167 TWh
- Peringkat 5 Jepang - 1.034 TWh
- Peringkat 6 Brasil - 677 TWh
- Peringkat 7 Kanada - 660 TWh
- Peringkat 8 Korea Selatan - 620 TWh
- Peringkat 9 Jerman - 567 TWh
- Peringkat 10 Prancis - 469 TWh
- Peringkat ke-14 Indonesia - 334 TWh
Peringkat ke-14 Indonesia - 334 TWh
Sebagian besar produksi listrik Indonesia masih berasal dari pembangkit listrik tenaga batu bara, meskipun kontribusi energi terbarukan seperti panas bumi, tenaga air, dan surya mulai meningkat secara perlahan. Dengan program transisi energi nasional yang ambisius, Indonesia menargetkan proporsi energi bersih yang lebih besar dalam dekade mendatang.
Peringkat 10 Prancis - 469 TWh
Dengan emisi karbon yang rendah dan sistem kelistrikan yang stabil, Prancis tetap mempertahankan posisi kuat dalam produksi energi rendah karbon di Eropa. Pemerintah juga mulai mendorong energi terbarukan sebagai pelengkap.
Peringkat 9 Jerman - 567 TWh
Namun, ketergantungan pada batu bara masih cukup tinggi karena ketidakpastian pasokan gas dari Rusia. Kebijakan ‘Energiewende’ tetap menjadi dasar utama transformasi energi di Jerman.
Peringkat 8 Korea Selatan - 620 TWh
Pemerintah Korea Selatan telah mengumumkan berbagai kebijakan untuk mendukung transisi ke energi terbarukan dan mengurangi emisi karbon, termasuk peningkatan kapasitas tenaga surya dan angin.
Peringkat 7 Kanada - 660 TWh
Selain tenaga air, Kanada juga mengoperasikan reaktor nuklir dan meningkatkan investasi dalam tenaga surya dan angin. Keberagaman sumber daya alam membuat Kanada menjadi pemain penting dalam energi bersih dunia.
Peringkat 6 Brasil - 677 TWh
Negara ini juga mulai mengeksplorasi potensi tenaga angin dan surya, terutama di wilayah timur laut. Ketahanan energi dan keberlanjutan menjadi sorotan dalam kebijakan energi nasional Brasil.
Peringkat 5 Jepang - 1.034 TWh
Meskipun demikian, gas alam cair (LNG) tetap menjadi sumber utama listrik di Jepang. Negara ini juga sangat fokus pada efisiensi energi dan inovasi teknologi di sektor kelistrikan.
Peringkat 4 Rusia - 1.167 TWh
Namun, Rusia juga mengoperasikan banyak pembangkit listrik tenaga air dan tenaga nuklir. Sistem energi di Rusia dirancang untuk mengakomodasi distribusi luas, mengingat luas geografis negara tersebut yang sangat besar.
Peringkat 3 India - 1.858 TWh
Sebagian besar energi di India masih berasal dari batu bara, namun investasi besar sedang dilakukan di sektor energi surya dan tenaga angin. Program nasional seperti 'Ujwal Bharat' mendorong akses listrik ke wilayah pedesaan dan memperluas infrastruktur kelistrikan.
Peringkat 2 Amerika Serikat - 4.287 TWh
AS juga terkenal dengan teknologi efisiensi energi dan sistem jaringan yang sangat canggih. Peralihan menuju energi bersih menjadi prioritas utama kebijakan energi nasional, dengan banyak negara bagian yang menetapkan target net-zero emissions.
Peringkat 1 China - 8.849 TWh
Sebagian besar listrik China masih berasal dari pembangkit tenaga batu bara, tetapi negara ini juga merupakan pemimpin dunia dalam pengembangan energi terbarukan, termasuk tenaga surya dan angin. China terus mengembangkan jaringan listrik pintar dan berinvestasi besar-besaran dalam teknologi penyimpanan energi.





